Ensiklopedia Islam
Advertisement

Kitab Mandi dan Tayamum | Bab Mengusapkan Tangan ke Tanah setelah Membasuh Kemaluan

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ مَيْمُونَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ ثُمَّ يُفْرِغُ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ يَضْرِبُ بِيَدِهِ عَلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَمْسَحُهَا ثُمَّ يَغْسِلُهَا ثُمَّ يَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يُفْرِغُ عَلَى رَأْسِهِ وَعَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ ثُمَّ يَتَنَحَّى فَيَغْسِلُ رِجْلَيْهِ

Telah mengabari kami Muhammad bin Ala', ia berkata: Telah mengisahi kami Abu Muawiyah, dari Al-A'masy, dari Salim bin Abi al-Ja'd, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas, dari Maimunah binti Harits istri Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, ia berkata, "Adalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam jika mandi janabah, beliau mulai dengan membasuh kedua tangannya, kemudian menuangkan air dengan tangan kanannya ke bagian tubuh kirinya, lalu membasuh kemaluannya, kemudian menepukkan tangannya ke tanah, kemudian mengusapnya, lalu membasuhnya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhunya untuk shalat, kemudian menyiramkan air ke kepala dan seluruh badannya, kemudian mengakhirinya dengan membasuh kedua kakinya."

Hukum[]

  1. Syaikh Albani (419): Shahih.
  2. Jawami' al-Kalim (416/419):
    • Hukum matan: Shahih.
    • Hukum sanad: Isnadnya bersambung, para perawinya tepercaya.
Advertisement