Advertisement

أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَنبَأَنَا بَقِيَّةُ، حَدَّثَنِي صَفْوَانُ بْنُ رُسْتُمَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَيْسَرَةَ، عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: تَطَاوَلَ النَّاسُ فِي الْبِنَاءِ فِي زَمَنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ عُمَرُ: «يَا مَعْشَرَ الْعُرَيْبِ، الْأَرْضَ الْأَرْضَ، إِنَّهُ لَا إِسْلَامَ إِلَّا بِجَمَاعَةٍ، وَلَا جَمَاعَةَ إِلَّا بِإِمَارَةٍ، وَلَا إِمَارَةَ إِلَّا بِطَاعَةٍ، فَمَنْ سَوَّدَهُ قَوْمُهُ عَلَى الْفِقْهِ، كَانَ حَيَاةً لَهُ وَلَهُمْ، وَمَنْ سَوَّدَهُ قَوْمُهُ عَلَى غَيْرِ فِقْهٍ، كَانَ هَلَاكًا لَهُ وَلَهُمْ»

Telah mengabari kami Yazid bin Harun, telah mengabari kami Baqiyah, telah mengisahiku Shafwan bin Rustum, dari Abdurrahman bin Maisarah, dari Tamim ad-Dari radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Ketika orang-orang meninggi-ninggikan bangunan pada masa Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, Umar berkata, "Wahai bangsa Arab! Jagalah bumi, jagalah bumi! Sesungguhnya tidak ada Islam kecuali dengan jamaah, tidak ada jamaah kecuali dengan imarah (pemerintahan), dan tidak ada imarah kecuali dengan ketaatan. Barang siapa diangkat kaumnya (sebagai pemimpin) karena kefakihan, itu adalah kehidupan untuknya dan untuk mereka. Dan barang siapa diangkat kaumnya bukan karena kefakihan, itu adalah kehancuran untuknya dan untuk mereka."

Ta'liq Muhaqqiq (257)

في إسناده علتان: الأولى جهالة صفوان بن رستم والثانية الانقطاع. وعبد الرحمن بن ميسرة لم يدرك تميما الداري

Dalam isnadnya terdapat dua cacat: Pertama, tidak dikenalnya Shafwan bin Rustum. Dan kedua, keterputusan. Abdurrahman bin Maisarah tidak berjumpa dengan Tamim ad-Dari.

Takhrij

Hadis riwayat:

  1. Darimi (253)
  2. Ibnu Abdil Barr dalam Bayan Ilm wa Fadhlih

Pranala luar

Konten komunitas ada dibawah CC-BY-SA atau ada pernyataan lain.