Ensiklopedia Islam
Advertisement

"Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berobat dengan hijamah ini di bagian atas kepala beliau dan titik ini disebut ummu mughits."

Diriwayatkan oleh Tamam dalam al-Fawa'id (2/20) dan al-Khathib dalam Tarikh Baghdad (13/95) dari jalur Zakariyya bin Yahya al-Wasithi ‒dikenal dengan Rahmawaih‒ , telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Abdillah bin Umar bin Abdil Aziz, telah memberitakan kepada kami Abdul Aziz bin Umar dari Nafi', dari Ibn Umar yang berkata: (kemudian disebutkan secara marfu').

Aku (al-Albani) berkata: "Sanad ini hasan, rawi-rawinya tsiqah kecuali Bisyr bin Abdillah tersebut. Ibn Abi Hatim menyebutkan biografinya (1/1/361) namun tidak disebutkan jarh dan ta'dil mengenainya. Tetapi sekelompok rawi yang tsiqah meriwayatkan darinya. Dan ia sesuai syarat Ibn Hibban. Barangkali ia di dalam kitab beliau "al-Tsiqat".

Dan (juga) Abdul Aziz bin Umar. Meskipun ia termasuk dari rawi syaikhain, namun ia merupakan rawi yang diperbincangkan. Al-Dzahabi menyebutnya dalam al-Dhu'afa seraya berkata: "Tsiqah, namun dinilai lemah oleh Abu Mushir." Al-Hafizh (Ibn Hajar) dalam al-Taqrib berkata: "Shaduq, namun sering keliru." Dan hadits ini disandarkan oleh al-Suyuthi dalam al-Jami' oleh al-Khathib saja. Sebatas demikian!

Advertisement