Ensiklopedia Islam
Advertisement

ﺃﻛﻤﻞ اﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﺇﻳﻤﺎﻧﺎ ﺃﺣﺎﺳﻨﻬﻢ ﺃﺧﻼﻗﺎ اﻟﻤﻮﻃﺆﻭﻥ ﺃﻛﻨﺎﻓﺎ اﻟﺬﻳﻦ ﻳﺄﻟﻔﻮﻥ ﻭﻳﺆﻟﻔﻮﻥ ﻭﻻ ﺧﻴﺮ ﻓﻴﻤﻦ ﻻ ﻳﺄﻟﻒ ﻭﻻ ﻳﺆﻟﻒ

"Orang beriman yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan yang rendah hati. Yaitu orang-orang yang bergaul dan dijadikan teman bergaul. Tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak bergaul dan dijadikan teman bergaul."

Diriwayatkan oleh al-Thabarani dalam al-Mu'jam al-Shaghir (hal. 125), dan juga dari jalurnya tersebut diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam Akhbar Ashbahan (2/67) sebagaimana berikut:

"Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abi Daud al-Sijistani, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Abdillah bin al-Hakam, telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Abi 'Ibad al-Qalzumiy, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Uyainah, dari Muhammad bin Amru bin Alqamah, dari Abu Salamah bin Abdirrahman, dari Abu Sa'id al-Khudhri secara marfu`".

Kemudian ia berkata: "tidak ada dari saudara Sufyan yang meriwayatkan dari Muhammad bin Uyainah kecuali Ya'qub."

Aku (al-Albani) berkata: "Aku tidak menepati biografinya. Adapun perawi lainnya; semuanya tsiqah."

Dan dalam al-Majma' (8/21) dikatakan: "Al-Thabarani meriwayatkan dalam al-Ausath dan al-Shaghir dimana pada sanadnya terdapat Ya'qub bin Abi'Ibad al-Qalzumiy yang aku tidak mengetahui (jarh dan ta'dil) mengenainya."

Aku (al-Albani) berkata: "Kemudian aku pun mengetahuinya bahwa ia adalah Ya'qub bin Ishaq bin Abi 'Ibad yang dinisbatkan kepada kakeknya." Ibn Abi Hatim berkata (4/203) : "ia tempatnya kejujuran, tidak apa-apa dengannya." Dan dinilai tsiqah juga oleh al-Sam'ani. Dengan demikian maka sanadnya tsabit, walhamdulillah.

Disebutkan juga dalam Majmu' al-Hadits fi Ahadits Muftariqah, lihat hadits sebelumnya pada no. 284.

Diantara syahidnya adalah hadits dengan lafazh sebagaimana berikut:

"Sesungguhnya orang yang paling aku cintai diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya dan rendah diri. Yaitu orang-orang yang menyayangi dan disayangi. Dan sesungguhnya yang paling aku benci diantara kalian adalah orang-orang yang suka mengadu domba dan mencerai-beraikan diantara orang-orang yang saling mencintai, yang berusaha mendatangkan kesulitan kepada orang-orang yang tidak bersalah."

Diriwayatkan oleh al-Thabarani dalam al-Shaghir (172) dari jalur Shalih al-Maryi dari Sa'id al-Jariri dari Abu Utsman al-Hindi dari Abu Hurairah secara marfu`. Dan al-Thabarani berkata: "Tidak ada yang meriwayatkan dari al-Jariri kecuali Shalih al-Maryi."

Aku (al-Albani) berkata: "ia rawi yang dha'if sebagaimana disebutkan dalam al-Taqrib. Oleh karena itu al-Mundziri (3/260) mengisyaratkan kelemahan haditsnya. Al-Haitsami berkata (8/21) : "Diriwayatkan oleh al-Thabarani dalam al-Shaghir dan al-Ausath. Pada sanadnya terdapat Shalih bin Basyir al-Maryi, ia dha'if."

Gurunya yakni al-'Iraqi berkata (2/141) : "Sanadnya dha'if". Dan diriwayatkan kleh al-Khathib (5/563) dari al-Thabarani.

Aku (al-Albani) berkata; "Tetapi hadits ini memiliki syahid yang banyak yang menaikkan derajatnya kepada kedudukan hasan. Diantaranya :

"Sesungguhnya yang paling aku cintai diantara kalian dan paling dekat denganku di akhirat adalah yang baik akhlaknya dari kalian. Dan yang paling aku benci diantara kalian serta paling jauh dariku di akhirat adalah yang buruk akhlaknya dari kalian adalah al-tsartsarun, al-mutafayhiqun dan al-mutasyaddiqun." (arti ketiga nama ini bisa dilihat di sini: https://m.facebook.com/notes/pustaka-ilmu-sunni-salafiyah-ktb-piss-ktb/4829-sifat-orang-yang-dibenci-nabi-muhammad-saw/1207242362631903/).

Diriwayatkan oleh Ahmad (4/193,194) dari jalur Daud dari Makhul dari Abu Tsa'labah al-Khasyini secara marfu`. Sanad ini semua rawinya tsiqah dan merupakan perawi Muslim. Al-Haitsami (8/21) berkata: "Diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Thabarani. Dan perawi Ahmad adalah perawi shahih." Begitu pula dikatakan oleh al-Mundziri (3/261), disebutkan bahwa Ibn Hibban meriwayatkannya juga dalam shahihnya.

Aku (al-Albani) berkata: "Namun haditsnya munqathi' karena Makhul tidak mendengar hadits dari Abu Tsa'labah sebagaimana keterangan dalam al-Tahdzib. Namun keterputusan sanad ini (inqitha') menjadi pulih dengan hadits yang disebutkan dari jalur-jalur yang lain. Diantaranya sebagaimana berikut:

Dari Jabir (no. 791) dan diantaranya dengan lafazh: "Sesungguhnya yang paling aku cintai diantara kalian di hari kiamat ialah yang paling baik akhlaknya. Dan yang paling aku benci diantara kalian di hari kiamat adalah al-mutasyaddiqun dan al-mutafayhiqun."

Diriwayatkan oleh al-Thabarani dari Ibn Mas'ud dan ia memarfu'kannya. Al-Haitsami berkata (8/21) : "Pada sanadnya terdapat Abdullah al-Ramadi, aku tidak mengetahuinya." Al-Bazzar meriwayatkannya dengan lafazh: "Maukah kalian jika aku beri-tahukan orang yang paling baik diantara kalian". Ia memiliki syahid-syahid yang menguatkannya. Lihat dua hadits sebelumnya.

Advertisement