Ensiklopedia Islam
Advertisement

Islam tidak mengenal uang kertas. Selama ratusan tahun umat Islam menggunakan 'ayn -- atau komoditi tertentu, sebagai uang atau alat tukar. Jadi, uang kertas adalah masalah zaman ini. Uang fiat dalam bentuknya hari ini, yakni uang kertas, logam recehannya dan bentuk digitalnya, baru berusia sekitar setengah abad. Para ulama modern mencoba menghadapi masalah uang kertas. Sayangnya sikap dasar sejumlah ulama modern tentang hal ini dilandasi oleh pragmatisme.

Sikap pragmatis tersebut antara lain berupa munculnya satu atau dua fatwa, pada awal 1970-an dan 1980-an, yang menghalalkan uang kertas. Meski hanya segelintir ulama yang berada dalam kubu ini, namun pengaruhnya sangat luas. Sebab selama ini tidak ada ulama lain yang tampil untuk menelaah dan mengkritisi fatwa penghalalan uang kertas.

Isi risalah Al-Hujjah ini adalah kajian kritis atas posisi fatwa yang menghalalkan penggunaan uang kertas, juga bentuk uang fiat lainnya. Telaah dan pembahasannya dilakukan secara ilmiah, dan didukung dengan dalil aqli maupun naqli. Risalah ini hadir tepat waktu, ketika permasalahan dengan uang kertas, dan uang fiat lainnya, sudah semakin jelas, yakni membawa begitu banyak mudharat. Di sisi lain umat Islam di berbagai belahan dunia tengah mengupayakan kembalinya Dinar emas dan Dirham perak, serta Fulus tembaga, sebagai alat tukar dan uang yang syar'i.

Advertisement